Menunggu Tahun Baru Tiba

| | 0 komentar
Bagus Setyoko Purwo

6-12-2009.. Malam hari

SEMOGA KITA BUKANLAH SAHABAT. KITA ADALAH SATU KESATUAN YANG SELALU BERSAMA ATAS SEMUA KETENTUAN BAIK TUHAN, SANG PEMILIK CINTA DAN KASIH.

Untuk teman-teman yang selalu saya rindukan kebersamaan bersama kalian: Awie, Belo, Bimo, Erna, Dian, Nurdin, Hasna, Rochmat, Dan Tina. Semoga kita tidak menggunakan istilah persahabatan, yang nanti akhirnya malah akan menimbulkan kekecewaan yang besar. Amin


semula tanpa ada rencana bahwa kita akan sama-sama singgah di suatu tempat.
semua sepakat - Insya Allah tidak ada halangan satu sama lain. pasak bumi pun bergetar mendengar kesepakatan kita untuk bisa bertemu kembali.

Lalu, adakah benang yang bisa kita eratkan di hati kita masing-masing. benang putih dari surga pemberian Tuhan melalui perantara malaikat kasih sayang. oh..alangkah indahnya benang tersebut jika tidak hanya digunakan untuk mengaitkan hati kita, kita sulam bersama agar menjadi kain yang akan kita percantik lagi menjadi sebuah pakaian. kita kenakan dengan rasa bangga. Pakaian kasih sayang.

tanpa ada persetujuan penguasa langit tertinggi kita tidak akan mampu menghalang kedatangan badai, gerimis yang semakin larut. kita serahkan saja pada ikhtiar kita bersama. kita ambil jalur kanan menuju surga. bahwa kita sudah seharusnya saling bersama, walau berbeda jarak, ruang, dan waktu.

tahun baru ke depan akan lebih marak dari pesta malam tahun baru. tidak perlu mengeluarkan ide-ide spektakuler. kita cukup berdewasa dengan satu rencana: kapan kita berkumpul mengeratkan hati-hati yang renggang. Bersambut suara mulia: gimana kalo tahun baru kita jalan. banyak jalan yang masih samar pada waktu itu. di tetapkan bhawa kita akan menyegarkan jiwa di bawah curuq kasih sayang.

Menunggu tahun baru tiba hanya beberapa minggu lagi. terlalu lama jika tiga minggu lagi bertatap muka penuh canda. tapi itu sebuah proses yang alami. kita pun menjadi akrab saling menerima tidak lah instan. hanya kebodohan saja yang tidak bisa menerima proses kepintaraan. untuk sebuah kemuliaan kita harus rela mengubur keegoan. rela menerima sebuah kesepakatan yang tidak sejalan dengan langkah kita.

kita selalu berjalan bersama di jalur yang sama: jalan keakraban sepanjang zaman. kita selalu menjaga tanpa jarak yang dekat, tanpa waktu yang bersamaan, dan tanpa jedah nafas yang sama: menjaga keakraban sepanjang zaman... SEMOGA KITA BUKANLAH SAHABAT. KITA ADALAH SATU KESATUAN YANG SELALU BERSAMA ATAS SEMUA KETENTUAN BAIK TUHAN, SANG PEMILIK CINTA DAN KASIH.

MAHAR di BULAN HARAM

| | 0 komentar
MAHAR di BULAN HARAM

Bagus Setyoko Purwo

untuk yang aku cintai dalam pencarianku selama ini
kau bukanlah bidadari surga turun ke dunia. Tuhan
pun memahami hasrat kebajikanku. kita ada untuk
berpasangan.

untuk yang aku sentuh dalam setiap malam penuh
rasa. kau layaknya kain putih yang membalut tubuhku
mengitari tanah haram. tidak ada keraguan dalam takbir
berjama’ah kita menuju kehendak Tuhan.

untuk yang aku jaga dalam setiap sentuhan kebencian berjubah
kedengkian. kau tak bisa terus berlari tanpa aku menyertai keletihanmu
bukan hanya kiasan sebelum kita syah bersama. ada sesuatu dibalik
malam penuh cinta

saat itu ada sebuah kata tersirat dalam gerakan lidahmu yang tertahan
kau inginkan sesuatu bermakna indah. sebuah cincinkah, sebuah rumah kah,
sebuah janji setiakah, atau sebuah pohon ketulusan cinta. alam pun menambah
rasa haru di sela-sela bulan haram.

dengan sengaja aku lafadzkan surat Nun hingga
surat Al-ikhlas dengan nuansa tartil. kau pun mengembangkan senyum.
itu kah yang kau inginkan, sayang
Barakallahu laka wa bara’alayka wa jama’a baynakuma fikhayr.

DOA DALAM DADA

| | 0 komentar
DOA DALAM DADA
Bagus Setyoko Purwo

sepenggalan ayat ibadah subuh tersangkut dalam renunganku
terbangun dari kelelahan kejaran sang malam.
aku terdiam dalam doa penuh khidmat – adakah malaikat
yang singgah sejenak dalam qalbuku

baru saja hujan menggenangi pelupuk sang fajar
seperti riuhnya suara-suara langkah anak kecil.
ia menangis di dekapan dada ibunya. Meronta dalam
derasnya air mata.

ada tiupan angin segar yang merubah doaku.
aku bukan diriku saja. aku bukan cahaya surga
yang tercipta karena kemuliaan. dan setiap shalawat
terucap untuk tercinta kanjeng nabi saw.


tidak ada satu berita menjelang siang
tentang seorang anak yang menangis dalam
degupan kasih sayang ibunya. dan tentang
kepastian apakah aku bisa merubah ini semua

sebelum malaikat turun membawa hikmah
sebelum ada lagi tangisan anak-anak kecil berikutnya
dan sebelum saatnya esok sepenuh pengharapan subuh
berlalu dengan dzikirullah – subhanallah wal hamdullilah
wa laillaha I llahullah allahu akbar.

Sang Sufi Sejati

Sang Sufi Sejati
Ma'rifatullah

WARNING UNTUK SEMUA MANUSIA

WARNING UNTUK SEMUA MANUSIA

Sufi Dalam Lingkaran Tauhid

Sufi Dalam Lingkaran Tauhid

Cak Nun

Cak Nun
Guru Besar Universitas Kenduri Cinta

WARNING UNTUK SEMUA CALON ALMARHUM/MA

WARNING UNTUK SEMUA CALON ALMARHUM/MA


SANG PUTRA FAJAR

SANG PUTRA FAJAR

Sufi Meditiation

Sufi Meditiation